news

Jelajah Kampus 2016 yang di laksanakan pada bulan Desember 2016 adalah kegiatan jelajah kampus ke 2 yang telah dilaksanakan oleh Kampung Sarjana.  adik dari Cibuyutan yang telah kita bina sejak tahun 2013 kita ajak ke jakarta untuk lebih mengenal dunia kampus dan orang - orang di dalamnya.

Generasi Pertama

Ide jelajah kampus adalah salah satu upaya kami di kampung sarjana memberikan pengalaman berharga, & merasakan langsung atmosfer kampus kepada adik-adik di Cibuyutan. Sebelumnya cita-cita untuk bisa kuliah di kampus mungkin terlalu abstrak dan mengawang-ngawang bagi mereka, karena mereka semua memang tidak pernah melihat & datang ke suatu kampus/Universitas.

Jangankan kampus untuk bisa lanjut ke SMP rasanya masih mimpi, Selain belum pernah ada orang yang sekolah/lulus SMP di kampung mereka, SMP lokasinya lumayan jauh dari kampung mereka dan  mengharuskan mereka untuk tinggal di kampung orang, karena tidak mungkin untuk pulang pergi dari bukit kp Cibuyutan ke sekolah.


generasi pertama jelajah kampus

Foto diatas adalah adik-adik generasi pertama yang sekolah SMP di kampungnya. sekarang mereka jadi apa? sekarang sudah SMA semua kecuali 3 adikyang putus sekolah. ketiganya tidak lanjut sekolah SMA tapi Alhamdulillah mereka menamatkan pendidikan SMPnya.

Jalan yang Berliku

 

Dalam Shahih Muslim, dari Yahya bin Abi Katsir, ia berkata,“Ilmu tidaklah dicapai dengan badan yang bersantai-santai.” 
- Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, Yahya bin Syarf An Nawawi, 1/37.


Perjalanan Menuntut ilmu adik-adik binaan KS menjadi sarjana taqwa bukanlah jalan yang mudah. Mereka harus berjibaku dengan rasa minder, menahan lapar, gak punya uang jajan, menunggak bayaran, tidak di dukung orang tua, hingga rasa malas yang menumpuk. KS gak bantu emangnya? kita bantu tapi memang gak seberapa. Saya sering kagum dengan mereka dengan bekal yang minim mereka tetap bertahan dan berjuang.

Tiga tahun ini menyadarkan saya bahwa persoalan pendidikan memang didominasi soal mahalnya biaya pendidikan, namun di luar itu ternyata ada juga yang putus sekolah karena soal kemauan, cara pandang, dan kebiasaan. Ada beberapa kasus orang tua yang lebih suka sang anak ke sawah saja karena lebih menghasilkan uang, tetapi ada juga justru sang anak yang memang lebih milih ke sawah, karena sekolah itu melelahkan dan memusingkan.

Namun ada juga kisah haru dan indah di balik alasan putus sekolah. ada sebuah keluarga yang kebetulan kedua anaknya lanjut sekolah ke SMP, ketika mau masuk ke SMA sang kakak rela mundur tak lanjut sekolah untuk bekerja demi menyiapkan bekal sang adik yang masih kelas 1 SMP. Bagi dia "aku gpp gak sekolah lagi, tapi aku mau ngumpulin uang agar adik bisa sampai kuliah." Ditambah lagi kemampuan ekonomi orang tua mereka yang cuma buruh tani, rasanya sangat berat jika keduanya harus terus sekolah.


Persoalan pendidikan memang didominasi soal mahalnya biaya pendidikan, namun di luar itu ternyata ada juga yang putus sekolah karena soal kemauan, cara pandang, dan kebiasaan.


Akhirnya sang kakak harus mengorbankan dirinya demi sang adik. Alhamdulillah di tahun 2016 sang adik sudah SMA kelas 1 di Jonggol dan menjadi 1 dari 2 siswa yang mewakili Jonggo di kegiatan Pramuka tingkat kabupaten. Jadi inget quote dari film The Accountant "Seorang kakak adalah yang paling banyak berkorban, dan adik adalah orang yang paling setia."


terkadang kita harus merelakan beberapa orang gugur, untuk memberikan energinya kepada mereka yang masih bertahan


Kejadian demi kejadian semakin menyadarkan saya, jika mau melakukan kerja-kerja tuntas dengan cepat memang harus di lakukan oleh pemerintahan. Organisasi sosial seperti Kampung Sarjana, Aktivis Sosial ada sekedar menjadi katalis saja, atau melakukan kerja-kerja mikro untuk mempengaruhi yang makro. Meminjam bahasa para pegiat di Dompet Dhuafa, kita ada untuk mengintervensi negara dengan program yang inspiratif dan berpihak kepada dhuafa. Jadi, buatlah karya atau program versi kamu lalu inspirasi banyak orang kalau bisa negara juga meniru karya atau program kamu.


Kemandirian Komunitas dan Sistem Mentor

Buat yang belum tahu visi Kampung Sarjana itu Mewujudkan 1 Kampung 10 Sarjana Taqwa . Kenapa 1 kampung 10 sarjana taqwa? inspirasinya datang dari walisongo. Walisongo membuat perubahan yang begitu kompleks dengan gerakn sebuah tim yang solid. terus angka 10? ya itu gimmick aja sih. Tapi intinya adalah kerja-kerja kelompok.

Semanjak Kampung Sarjana kita cetus kami percaya pemberdayaan ini harus dengan cara berkomunitas. Anak-anak binaan harus dibuat menjadi sebuah tim, kita terlalu lemah untuk berjalan sendiri-sendiri.

di jelajah kampus 2.0 adik2 merasakan jadi mahasiswa, diskusinya lesehan.hehe

Bahasa sok kerennya itu "Kemandirian Komunitas". Kalau ada yang putus sekolah, yang lain wajib kasih semangat untuk sekolah lagi. Yang berprestasi di suatu bidang kudu ngajarin ke yang lain. Yang sudah SMA mesti berbagi pengalamanya ke yang SMP. yang SMA jadi mentor yang SMP, dan yang SMP jadi mentor untuk yang SD. Kebaikan dan Inspiriasi yang ada kita putar terus agar gelombangnya semakin besar dan semakin kuat. Saat ini di KP Cibuyutan melanjutkan sekolah ke SMP itu hampir menjadi hal yang biasa, berbeda sekali ketika generasi pertama memulainya yang tidak lanjut sekolah lebih banyak dari yang terus sekolah.


Kembali ke jelajah kampus 2, jelajah kampus kali bagi saya sangat spesial karena ide-ide utama yang gagal kita lakukan di jelajah kampus 1 akhirnya terlaksana. Apa itu? menghadirkan mahasiswa dengan latar belakang serupa untuk berbagi kisah dengan adik-adik agar muncul banyak "aha" moment di letupan-letupan pikiran mereka. "oooh", "hmmmmm", "ternyata bisa y","kakak itu bisa, saya juga bisa", "kok kaya saya y, tapi kok dia bisa?" dst. Harapanya setelah jelajah kampus 2 mereka lebih banyak merenung, berpikir, memupuk kembali semangat, meyakinkan diri bahwa ada banyak jalan dan banyak cara jika kita mau.

sudah ya tulisan ini kita cukupkan, jika bermafaat silahkan bantu share. untuk kamu yang mau berdonasi bisa via kitabisa.com atau atau donasi ke Mandiri 156-00-1090700-6 a.n Yayasan Kampung Sarjana Taqwa.